Weekly Learning Preparation
Name: JOKO SAMUDRO
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Learning Source
|
:
|
https://jokovicz2000.blogspot.com/
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Chapter Title/topic
|
:
|
Synonim
understanding and the exsample
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pages
|
:
|
1
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Topic #1
|
:
|
synonim
understanding
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Contents Description
|
:
|
Synonyms are words that are
different in shape but the meaning or meaning is the same or similar. This
word equation is useful for varying vocabulary so that writing becomes
fresher or not monotonous.
You may be familiar with
Sinomim in Indonesian. For example, the synonym of thirst is thirst, and the
synonym of lying is lying
Example:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Problems and
Questions
|
:
|
the use of synonymous words is
not always easy because there are standards or criteria that must be met. One
of the important things related to the collocation principle of its use.
Collocation or word sanding is a particular association in using word choices
that tend to be used side by side. Collocative words are words that tend to
be used in a particular domain or network.
Can the use of synonyms be used in everyday life? |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pengikut
Minggu, 14 Oktober 2018
learning
Jumat, 12 Oktober 2018
Amazing Experience
Amazing experience
During last year’s
holiday, it was the year I felt my dream even though it was only a few day. At that time I was selected
as a football player to represent my village in the Regent Cup Tournament in
Pulang Pisau District, at that time I didn’t think that I was chosen to
represent my village. Being a professional soccer player is my dream since
childhood, even when I was in elementary shcool I have from childhood until now never
missed a soccer match either in the country or from abroad other than as my
goal of football is also my hobby even
the My subdistrict could not bring to be a champion, when I was only
able to bring the sub-district to 8th.
I dreamed of becoming
an Indonesian national team. At that time, I was very happy when the coach
announced the composition of the players
and the players were there. A coach who gave me the opportunityto play I
thought and determined not to disappoint the coach from that moment on I was
always played by the coach, even though I didn’t score a goal. I always give my
best performance during the tournamen.
And this year i couldn’t
take part in the tournament held every year by the Pulang Pisau government. Because I went to shcool higher
level, namely college. But I always ready what if called by the coach to
represent my sub-district in the tournamen. It si a pride for me to be called
back because not just anyone can play in this cup regent’s tournament better in the future.
THANK FOR READING
Senin, 08 Oktober 2018
ilmu pendidikan
ILMU
PENDIDIKAN[1]
A.
PENGETIAN
ILMU PENDIDIKAN
Para ahli pendidikan mendefinisikan pendidikan sebagai berikut.
1.
W.J.S. Poerwardarminta (185-702) menjelaskan secara ligiustis,
sebagai kata benda, pendidikan berarti proses perubahan sikap dan tingkah laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan latihan.
2.
Rechey dalam bukunya, Planing
for Teaching, an Introduction, menjelaskan bahwa pendidikan adalah “The term education refers to the broad
fuction of preserving and imporving the
life of the group through bringingnew members inti its shared concren.
Education is thus a far broader process than that which accurs in school. It is
an essencial social activity by which communities countue to exist. In complex
communities, this fuction is specialized and institutionalized in formal
education, but there is always the education outside the school with which the
fomal process related (istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi yang luas
dari pemeliharaan dan memperkenalkan warga masyarakat baru (generasi muda) pada
tengah masyarakat. Jadi, proses pemdidikan jauh lebih luas dari pada proses
yang berlangsumg di sekolah. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial penting
yang berfungsi untuk mentransformasikan keadaan suatu masyarakat menuju keadaan
yang lebih baik. Keterkaitan pendidikan dengan dengan keadaan sosial sangatlah
erat sehinmgga pendidikan mungkin mengalami proses spesialisasai dan
intitusionalisasi sesai dengan kebutuhan masyarakat yang komplek dan modern.
Meskipun demikian, proses pendidikan secara menyeluruh tidak bida dilepaskan
dari proses pendidikan informal yang berlangsung di luar sekolah).
3.
Istilah pendidikan dalam bahasa Inggris adalah education , berasal dari kata to educate, yaitu mengasuh, mendidik.
Dalam Dictionary of Education, education adalah kumpulan
proses yang memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah
laku yang bernilai positif di dalam masyarakat. Istilah education juga bermakna proses sosial tatkala seseoarang dihadapkan
dengan suatu pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya
lingkungan sosial) sehingga mereka dapat memiliki kemampuan sosial dsn
perkembangan individual secara optimal.
4.
Pendidikan adalah usaha
yang dilakukan dengan sengaja dan sitematis untuk memotivasi, membina, membantu,
serta membimbing seseorang untuk mengembangkan segala potensinya sehingga ia
mencapai kualitas diri yang lebih baik. Inti pendidikan adalah usaha pendewasaan manusia seutuhnya (lahir dan
batin), baik dari dirinya sendiri maupun
orang lain , dalam arti tuntutan agar
anak didik memiliki kemerdekaan dengan rasa tanggung jawab dalam setiap
tindakan dan perilaku sehari-hari.
5.
Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan terma yang
beragam, yaitu, at-tarbiyyah, at-ta’lim, dan
at-ta’dib. Kata at-tarbiyyah sedangan dengan
kata ar-rabb, rabbayani, nurabbi,
ribbiyun, dan rabbani. Apabila at-tarbbiyah,
diidentikan kata ar-rabb, Fahrur
Rozi berpendapat bahwa ar-rabb merupakan
fonem yang seakar dengan at-tarbbiyah yang
berarti at-tanmiyah, yaitu
pertumbuhan dan perkembangan. Ibnu Abadillah Muhammad bin Ahmad Al Anshari
Al-Qurtubi mengertikan ar-rabb dengan
pemilik, yang maha memperbaiki, yamng maha pengatur, yang maha menambah, yang
maha menunaikan. Adapun istilah ta’lim berasaal
dari kata ‘allama yang berarti proses
transmisi ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan ketentuan.
6.
Dalam arti luas, pendidikan memiliki karakteristik sebagai
berikut.
a. Tujuan
pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan orang lain.
Pendidikan berlangsung terus-meneruus, artinya berlansung sepanjang hayat (life long education).
b. Dalam
hubunngan yang bersifat multidemensi itu, pendidikan berlangsung melalui
berbagai bentuk kegiatan, tindakan, dan kejadian, baik yang pada awalnya
sengaja untuk pendidikan maupun tidak sengaja dalam pendidikan.
c. Pendidikan
berlangsung untuk semua orang, semua ras dan etnis, semua umur, dan semua
masyarakat dengan beragam status sosialnya.
d. Pendidikan
tidak terbatas pada schooling. Pendidikan
berlansung di dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan alam.
e. Hasan
Langgulung (1980: 23) menyatakan bahwa pendidikan memiliki empat fungsi, yaitu
:
1) Fungsi
edukatif, artinya mendidik dengan tujuan memberikan ilmu pengetahuan kepada
anak didik agar terbebas dari kebodohan.
2) Fungsi
pengembangan kedewasaan berfikir melalui proses transmisi ilmu pengetahuan;
3) Fungi
penguatan keyakinan terhadap kebenaran yang diyakinin dengan pemahaman ilmiah;
4) Fungsi
ibadah, sebagai bagian dari pengabdian hamba kepada sang pencipta yang telah
menanugerahkan kesempurnaan jasmani dan rohani kepada manusia.
Dari pengertian pendidikan tersebut, dapat
dipahami bahwa pendidikan memiliki beberapa
makna teoritis dan makna praktis,
yaitu sebagai berikut.
1.
Pendidikan berarti mengajarkan segala hal yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas
jasmani, pikiran maupun terhadap ketajaman dan kelembutan hati
nuraninya.
2.
Pendidikan dapat berbasis kepada kebudayaan masyarakat,
nilai-nilai agama, serta visi dan misi lembaga pendidikan.
3.
Pendidikan dapat berjalan, baik secara formal maupun informal.
B.
TUJUAN
PENDIDIKAN[2]
Pendidikan
bertujuan mencetak anak didik yang beriman. Wujud tujuan itu adalah akhlak anak
didik yang mengacu pada kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan yang
dilaksanakan di berbagai lembaga, baik lembaga pendidikan formal maupun
informal.
Tujuan
merupakan sasaran yang hendak dicapai sekaligus merupukan pedoman yang memberi
arah aktivitas yang dilakukan. Menjadi lima macam, yaitu:
1. Membentuk
akhlak yang mulia, sebab salah satu tujuan pendidikan yang paling mendasar
adalah pembentukan akhlak dan kesucian jiwa;
2. Menyiapakan
anak didik untuk dapat bahagia di dunia dan akhirat;
3. Persiapan
untuk mencari nafkah, atau yang lebih terkenal sekarang dengan tujuan
vokasional dan profesional;
4. Menumbuhkan
semangat para siswa dan memuaskan keinginan tahunya (curiosity);
5. Menyiapkan
anakn didik agar menjadi profesional dan menjadi teknisi yang andal, dan memiliki
keterampilan bekerja dalam masyarakat;
Ahmad Tafsir
(2000: 49) menyatakan tiga tujuan pendidikan, yaitu:
1. Tujuan yang
berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah
laku, jasmani dan rohani, dan kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di
dunia dan akhirat.
2. Tujuan yang
berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku
induvidu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkarya
pengalaman masyarakat, tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.
3. Tujuan
profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu ,
sebagai, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
Ibnu Khaldun
(1968: 926) menyatakan bahawa tujuan pendidikan ada beberapa macam, yaitu:
1. Memberikan
kesempatan pada pikiran untuk aktif bekerja karena hal yang sangat penting bagi
berkembangnya pemikiran dan kematangan individu yang dapat bermanfaat bagi
masyrakat;
2. Memiliki berbagai ilmu pengetahuan, yang dapat menjadi
alat bantu untuk menjalani kehidupan dengan baik dsalam masyarakat yang maju
dan berbudaya;
3. Dijadikan
moral mencari lapangan kerja yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan.
Noeng
Muhadjir (2000: 97) menyatakan bahwa tujuan pendidik secara normatif adalah
membantu perkembangan proses subjek-didik ke tingkah yang lebih baik sesuai
denhan pandangan hidup manusia.
Indikator
tercapainya tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga tujuan mendasar, yaitu
sebagai beriku.
1. Anak didik
yang cerdas. Ciri-cirinya adalah memiliki tingkayt kecerdasan intelektualitas
yang tinggi sehingga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya oleh dirinya
sendiri ataupun membantu menyelesaikan masalah orang lainyang membutuhkannya.
2. Anak didik
yang memiliki kesabaran atau kesalehan emosional sehingga tercermin dalam
kedewasaan menghadapi masalah dalam kehidupannya.
3. Anak didik
yang memiliki kesalehan spritual, yaitu menjalankan perintah dalam ajaran
agama, taat hukum, dan mengembangakan pemikiran yang positif bagi pembangunan
bangsa dan negara.
Menurut
Munzir Hitami, tujuan pendidikan adalah menghambakan diri kepada Allah.
Pendidikan merupakan proses memanusiawikan manusia yang mewujudkan pandangan
hidupnya sebagai hamba Allah.
Menurutnya,
tujuan umum pendidikan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Tujuan
teologis, yaitu kembali kepada Tuhan
2. Tujuan
aspiratif, yaitu kebahagian dunia akhirat.
3. Tujuan
direktif, yaitu menjadi hamba Allah yang ikhlas
C.
ALAT-ALAT
PENDIDIKAN[3]
Alat-alat pendidikan artinya perangkat atau
media yang digunakan untuk pendidikan. Secra umum, alat pendidikan tidak hanya
perngkat dalam bentuk benda, tetapi ada yang sifatnya abstrak, misalnya metode
pendidikan, pendekatan pendidikan, teknik, strategi pendidikan, dan pengelolaan
kelas.
Alat-alat pendidikan sangat penting dalam
pendidikan adlah sebagai berikut.
1. Pendidik,
merupakan alat pendidikan, karena tanpa pendidik, pendidikan tidak akan
berjalan dengan baik.
2. Lembaga
pendidikan, yang memberikan tempat untuk pelaksanaa pendidikan formal ataupun
informal.
3. Anak didik,
sebagai sasaran pendidikan yang menjadi objek para pendidik, sekaligus
pendidikan itu sendiri.
4. Sarana dan
prasarana pendidikan, yang membantu kelancaran pelaksanaan pendidikan, terutama
dalam proses belajar dan mengajar.
5. Perpustakaan,
yaitu buku-buku yang memberikan informasi ilmu pengetahuan kepada para pendidik
dan anak didik.
6. Kecakapan
atau kompentesi pendidik, sehingga memberikan pengajaran yang profesional dan
sesui dengan kepabilitasnya.
7. Metodoloogi
pendidikan dan pendekatan sistem pengajaran yang digunkan, misalnya menggunkan
metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, atau pengajaran dengan pola
rekreatif.
8. Manajemen
pendidikan yang mengolah pelaksanaan pendidikan, seperti pengaturan jadwal mata
pelajaran, penempatan pendidik dalam mata pelajaran tertentu, pengaturan lama
mengajar, pemenuhan gaji atau honor pendidik, penentuan rapat-rapat
pendidik, dan sebagainya.
9. Stategi
pembelajaran yang disesuaikan dengan
tujuan belajar siswa dalam lembaga pendidikan tertentu, karena setiap lembaga
pendidik memiliki visi dan misi serta maksud dan tujuan berbeda-beda.
10. Evaluasi
pendidikan dan evaluasi pendidikan.
D. LINGKUNGAN PENDIDIKAN[4]
Lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat ekstensi
manusia. Dalam konsep ajaran pendidikan, lingkungan yang baik adalah lingkungan
yang kondusif dan strategis untuk melaksanakan proses pembelajaran. Misalnya,
lingkungan sekolah, madrasah, masjid, majelis taklim, balai musyawarah, dan
lingkungan, bagi lingkungan masyarakat yang agamis dan pancasilais.
Lingkungan pendidikan terdiri atas tiga macam, yaitu:
1. Lingkungan
keluarga;
2. Lingkungan
sekolah;
3. Lingkungan
masyarakat.
Lingkungan
keluarga merupkan lingkungan pertama dalam proses pendidikan. Sekalipun
demikian, tidak semua pendidikan dapat dilaksankan oleh keluarga, terutama
dalam ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu, anak
dimasukan ke sekolah. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sekolah
telah mencapai posisi yang sangat sentral dalam pendidikan keluarga karena
pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi, budaya, politik, seni, dan
lainnya. Masyarakat berharap pendidikan dapat memberi bekal yang cukup untuk
kehidupan dan masa depan anak-anaknya.
Selanjutnya
adalah lingkungan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan
lingkungan yang paling luas dan menantang. Pendidikan yang dialami dalam
masyarakat dimulai ketika anak-anak untuk beberpa waktu lepas dari asuhan
keluarga dan berada di luar lingkungan
sekolah.
Ø Fungsi
lingkungan pendidikan
Secara umum, fungsi lingkungan pendidikan adalah
membantu anak didik berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, terutama sebagai
sumber daya pendidikan yang tersedia, agar mencapai tujuan pendidikan yang
optimal. Antara lingkungan yang satu dan lingkungan yang lain tidak mungkin
berdiri sendiri. Ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi lingkungan
pendidikan. Lingkungan keluarga merupakan dasar pembentuk sikap dan sifat
manusia. Lingkungan sekolah merupakan tempat bekal keahlian dan ilmu
pengetahuan. Sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktik dari
bekal yang diperoleh dalam keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat
pengembangan kempuan diri.
E.
PESERTA
DIDIK[5]
Peserta didik adalah seseorang yang ingin
belajar atau memperoleh pendidikan. Peserta didik adalah seseorang yang
memiliki hak untuk memperoleh layanan pendidikan (pembelajaran) dari pemerintah
atau masyarakat luas dengan kebutuhan dan kemampuannya. Mereka memiliki
karakteristik yang berbeda-beda dan memengaruhi belajarnya.peserta didik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Pertama, individu yang memilki potensi fisik dan psikis sehingga menjadi insan yang unik.
Anak sejak lahir memiliki pentensi-potensi
yang ingin di kembangkan dan diaktualisasikan. Kedua, individu yang berkembang .
maksud dari perkembangan di sini ialah perubahan yang terjadi dalam diri
sendiri maupun ke arah penyesuaian dengan lingkungan. Sejak manusia lahir
bahkan sejak berada dalam kandungan ia berada dalam proses perkembangan.proses
perkembangan melalui suatu rangkaian yang bertingkat-tingkat dan setiap tingkat
mempunyai sifat-sifat khusus.
Kertiga, indidvidu yang membutuhkan bimbingan
individual dan perlakuan manusiawi. Dalam proses perkembangannya, peserta didik
membutuhkan bantuan dan bimbingan.
F.
PENDIDIK
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab
terhadap pelaksanaan pendidikan peserta didik. Pihak yang bertanggung jawab
terhadap pendidikan peserta didik adalah guru di sekolah., orang tua, dan
masyarakat. Pendidik utama dalam konteks rumah tangga adalah orang tua,
sedangkan dalam konteks pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab utama
guru. Masyarakat baik secara individual, kolektif, maupun lembaga juga memiliki
peran penting dalam proses pendidikan.
Akan tetapi, dalam konteks uraian ini pendidikan lebih di tekankan pada guru di
sekolah.
Guru yabf baiak memliki beberpa sifat. Ada sebelas sikaf
utama guru yabg baik sebagaimna di kemukakan oleh Alan Haskkvitz sebagai
berikut.
1) Tidak puas.
Sifat utama dari guru yang berkualitas tinggi, yakni ia adalah pelajar yang
baiak. Mereka selalu bersemangatuntuk belajar hal-hal yang baru, yang lebih
baik mencapai keberhasilan. Mereka adalah pembelajar seumur hidup dan
menghasilkan pembelajaran seumur hidup. Jadi, sifat pertama adalah harus puas
dengan apa yang ada. Dengan kata lain, guru terbaiak selalu untuk siswa.
2) Harapan yang
tinggi. Harapan yang tinggi adalah sifat kedua guru berprestasi. Penulis pernah
mendengarkan seseorang mengatakan bahwa memilik harapan yang tinggi dapat
menciptkan kegagalan. Dengan kata lain, kepala sekolah tidak ingin menetapkan
tujuan yang tinggi karena takut keluhan orangtua. Pada kenyataannya, menetapkan
standar yang tiggi mendorong kemampuan siswa dan menciptakan di dalamnya
perasaan prestasi.
3) Menciptkan
kemandirian. Pendidik sangat efektif mahir dalam memantau masalah-masalah dalam
kemajuan siswa. Mereka memulihkan bila diperlukan dan membedakan yang
diperlukan. Untuk melakukan hal itu, mereka menggunakan waktu meraka dengan
baik.
4) Berpengetahuuan
luas. Mereka memiliki pengetahuan yang laus mendalam tentang materi pelajaran
dan mampu memanipulasi, menyederhanakan, dan mengindividualisasikan data lebih
muda kerena merka adalah master.
5) Humor. Guru
kelas harus memiliki rasa humor yang baik. Mereka membuat lelucon dan menerima
leluucon. Mereka bukan komedian, tetapi
menghibur.
6) Berwawasan.
Berwawasan bertujuan memberikan penilaian cepat dan akurat mengenai hasil karya
siswa. Tes dan proyek lainnya dievaluasi pada waktu yang tepat.
7) Fleksible.
Guru-guru terbaik menggunakan masyarakat sebagai sumber dana mereka. Mereka
melihat pendidikan lebih baik dari apa yang dilakukan di dalam kelas.
8) Berbeda.
Seorang guru tingkat pertama menyediakan berbagai metode untuk belajar. Mereka
mengitegrasikan makalah penelitian, karya seni, puisi, dan pendidikan bahkan
fisik sebagai bagian dari proses pembelajaran.
9) Tidak
menerima. Seorang guru yang berkualitas tidak menerima tepukan. Merka tidak
menerima draf pertama, tidak menerima alasan palsu, mereka bukan guru termudah
karena sifat ini.
10)Tidak
menyesuaikan (unconforming). Sifat
yang menarik adalah seorang guru yang berkualitas menjaga anak-anak kehilangan
keseimbangan.
11)Seorang
komunikator. Dari catatan, tidak satu makalah penelitian mengatakan sifat guru
berkualitas baik adalah kamar rapi, nilai mudah, kemampuan untuk menulis rapi
atau berpakaian dengan baik.
a)
Kurikulum
Ada beberpa
ahli yang mengemukakan tentang definisi kurikulum. Beberpa di antaranya
sebagaimana uraian berikut.
1. Rusly Ahmad
(1989:6) mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat pengalaman yang
mempunyai art dan terarah untuk
mencapai tujuan tertentu di bawah pengawasan sekolah. . pendapat lain
menyatakan bahwa kurikulum merupakan pedoman mendasar dalam proses belajar
mengajar di dunia pendidikan. Dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang SNP (2007:3)
dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajarann serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
2. Oemar
Hamalik (1990:2) ia mengatakan bahwa kurikulum adalah suatu alat yang sangat
penting dalam merealisasi dan mencapai tujuan pendidikan sekolah. Dalam arti luas, kurikulum dapat
diartikan dsebagai suatu yang dapat
memengaruhi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
b)
Metode
Pembelajaran
Metode
pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam pendidikan (pembelajaran).
Dengan metode yang tepat, pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan
sebaliknya jika penggunaan metode tidak dapat berpengaruh negatif pada
pembelajaran.
Menurut
Darwyn Syah (2007:133), metode mengajar merupakan cara-cara yang digunnkan guru
untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada siswadalam mencapai tujuan. Dalam
kegiatan mengajar, semakin cepat metode yang digunkan, semakin efektif dsan
efesien kegiatan mengajar yang dilakukan antar guru dan siswa yang pada
akhirnya akanmenunjang dan mengantarkan keberhasilan belajar siswa dan
keberhasilan mengajar yang dilakukan oleh guru. Menurut Nana Sudjana (dalam
Syah, 2007:113), metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guuru dalam
mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.
Fungsi
metode pembelajaran adalah:
1. Metode
sebagai alat motivasi ekstrinsik,
2. Metode
sebagai strategi pengajaran,
3. Metode
pembelajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan (Djamarah dan Zain, 1997:82).
Menurut
Darwyn Syah (2007:134), metode mengajar dapat menciptkan terjadinya interaksi
belajar mengajar yang baik, efektif, dan efesien. Adapun beberpa kreteria
pemilihan metode pembelajaran sebagai berikut.
1. Tujuan yang
bermacam-macam jenis dan fngsinya,,
2. Anak didik
yang bermacam-macam tingkat kualitas dan kuantitasnya, dan
3. Pribadi guru
serta kemampuan peserta profesional yang
berdeda-beda.
Ada beberpa
metode yang digunakan dalam proses pembelajaran, antara lain metode ceramah,
metode tanya jawab, metode diskusi, dan lain sebagainya.
c)
MEDIA
PEMBELAJARAN
Media pembelajaran
merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Media pembelajaran
sangat bermanfaat untuk memperlancar proses pembelajaran dan belajar siswa di
dalam kelas.
Kata media berasak dari bahasa Latin yang
merupakan bentuk jamak dari medium yang
secara harfiah berarti prantara atau peengantar. Banyak pakar berpendapat
tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media.
Menurut EACT (dalam Ruhani, 1997:2), media adalah segala bentuk yangg
dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sementara pengertian media
menurut Djamarah (1995:136) adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai
penyalur pesan dari pengiriman ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses
belajar. Ahli lain, Gagne (2006:14) mengemukakan bahwa media adalah berbagai
jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Dengan kata lain media pembelajaran adalah segala suatu yang dapat menyampaikan
materi pelajaran pada siswa sehingga memungkinkan pembelajaran berlangsung
secara efesien dan efektif.
a.
Manfaat Media
Pembelajaran
Adad beberapa manfaat penggunaan media
pembelajaran sebagaimna dikemukakan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (Sudjana
dan Rivai, 2002:2) sebagai berikut.
1) Pengajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,
2) Bahan
pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para
siswa dan memungkinkan siiswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
3) Metode
ppenggajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kara-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga.
b.
Jenis-jenis
Pembelajaran
Menurut Wibawa (1993:27-55) ada beberapa
jenis media pembelajaran yang sering digunakan di Indonesia di antaranya adalah
sebagai berikt.
1) Media
pembelajaran visual dua dimensi yang transparan. Yang termasuk dalam jenis media ini adalah
gambar, foto, poster, peta, grafik, papan tulis, dan sebagainya.
2) Media
pembelajaran visual dua dimensi yang tranparan. Media jenis ini memiliki sifat
trembus cahaya karena terbuat dari bahan-bahan plastik atauu dari film yang
termasuk jenis media ini adalah film slide, film strip, dan sebagainya.
3) Media pembelajaran
visual tiga dimensi. Media ini mempunyai isi atau volume seperti benda
sesungguhnya. Yang termasuk jenis media ini adalah benda sesungguhnya seperti,
speciment, mock-up, dan sebagainya.
c. Kriteria Pemilihan
Media Pembelajaran
Menurut Sanaky (2009:6) pertimbangan media
yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama karena media
yang dipilih harus sesuai dengan hal-hal beriku.
1) Tujuan
pembelajaran
2) Bahan
pengajaran
3) Metode
pengajaran
4) Tersedia
alata yang dibutuhkan
5) Pribadi
pengajar
6) Minat dan
kemampuan siswa
7) Situasi
pengajaran yang sedang berlangsung.
[1] Prof.
Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun
2012, Hal 13,14,15,17
[2] Prof.
Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun
2012, Hal 61, 62, 63,64,66
[3] Prof.
Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun
2012, Hal 95,96,
[4] Prof.
Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun
2012, Hal 153,154
[5] Dr. Drs.
Rulama Ahmadi, M.Pd., PENGANTAR PENNDIDIKAN, Yogyakarta:Ar-Ruz Zmedia, Tahun
2016, Hal 63-79
Langganan:
Postingan (Atom)
PENTINGNYA BAHASA INGGRIS DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan un...
-
Weekly Learning Preparation Name: JOKO SAMUDRO Learning Sou...
-
Amazing experience During last year’s holiday, it was the year I felt my dream even though it was only a few day. At that time I...


