Pengikut

Minggu, 14 Oktober 2018

learning


Weekly Learning Preparation

Name:  JOKO SAMUDRO                                                         
Learning Source
:
https://jokovicz2000.blogspot.com/
Chapter Title/topic
:
Synonim understanding and the exsample
Pages
:
1
Topic #1
:
synonim understanding
Contents Description
:
Synonyms are words that are different in shape but the meaning or meaning is the same or similar. This word equation is useful for varying vocabulary so that writing becomes fresher or not monotonous. 
You may be familiar with Sinomim in Indonesian. For example, the synonym of thirst is thirst, and the synonym of lying is lying
Example:
Decline
Wane
Menurun
Picture
Image
Gambar
Bustle
Mevement
Gerak-Gerik
Gun
Shoot
Menembak
Accurate
Telling
Jitu
Crash
Brolen
Hancur
Contiguous
Adjacent
Berdekatan
Attractive
Appealing
Menarik
Absent
Away
Tidak hadir
Terrible
Awful
Mengerikan
Backbone
Spine
Tulang belakang
Behind
Backside
Dibelakang


Problems and
Questions
:






the use of synonymous words is not always easy because there are standards or criteria that must be met. One of the important things related to the collocation principle of its use. Collocation or word sanding is a particular association in using word choices that tend to be used side by side. Collocative words are words that tend to be used in a particular domain or network.



Can the use of synonyms be used in everyday life?

                  


Jumat, 12 Oktober 2018

Amazing Experience



Amazing experience

During last year’s holiday, it was the year I felt my dream even though it was  only a few day. At that time I was selected as a football player to represent my village in the Regent Cup Tournament in Pulang Pisau District, at that time I didn’t think that I was chosen to represent my village. Being a professional soccer player is my dream since childhood, even when I was in elementary  shcool I have from childhood until now never missed a soccer match either in the country or from abroad other than as my goal of football is also my hobby even  the My subdistrict could not bring to be a champion, when I was only able to bring the sub-district to 8th.

I dreamed of becoming an Indonesian national team. At that time, I was very happy when the coach announced  the composition of the players and the players were there. A coach who gave me the opportunityto play I thought and determined not to disappoint the coach from that moment on I was always played by the coach, even though I didn’t score a goal. I always give my best performance during the   tournamen.

And this year i couldn’t take part in the tournament held every year by the Pulang Pisau  government. Because I went to shcool higher level, namely college. But I always ready what if called by the coach to represent my sub-district in the tournamen. It si a pride for me to be called back because not just anyone can play in this cup  regent’s tournament better in the future.




THANK FOR READING

Senin, 08 Oktober 2018

10 CARA BAGAIMANA HIDUP SEHAT

ilmu pendidikan




ILMU PENDIDIKAN[1]

A.            PENGETIAN ILMU PENDIDIKAN
Para ahli pendidikan mendefinisikan pendidikan sebagai berikut.
1.             W.J.S. Poerwardarminta (185-702) menjelaskan secara ligiustis, sebagai kata benda, pendidikan berarti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.
2.             Rechey dalam bukunya, Planing for Teaching, an Introduction, menjelaskan bahwa pendidikan adalah “The term education refers to the broad fuction of  preserving and imporving the life of the group through bringingnew members inti its shared concren. Education is thus a far broader process than that which accurs in school. It is an essencial social activity by which communities countue to exist. In complex communities, this fuction is specialized and institutionalized in formal education, but there is always the education outside the school with which the fomal process related (istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan memperkenalkan warga masyarakat baru (generasi muda) pada tengah masyarakat. Jadi, proses pemdidikan jauh lebih luas dari pada proses yang berlangsumg di sekolah. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial penting yang berfungsi untuk mentransformasikan keadaan suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Keterkaitan pendidikan dengan dengan keadaan sosial sangatlah erat sehinmgga pendidikan mungkin mengalami proses spesialisasai dan intitusionalisasi sesai dengan kebutuhan masyarakat yang komplek dan modern. Meskipun demikian, proses pendidikan secara menyeluruh tidak bida dilepaskan dari proses pendidikan informal yang berlangsung di luar sekolah).
3.             Istilah pendidikan dalam bahasa Inggris adalah education , berasal dari kata to educate, yaitu mengasuh, mendidik. Dalam  Dictionary  of  Education, education adalah kumpulan proses yang memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku yang bernilai positif di dalam masyarakat. Istilah education juga bermakna proses sosial tatkala seseoarang dihadapkan dengan suatu pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya lingkungan sosial) sehingga mereka dapat memiliki kemampuan sosial dsn perkembangan individual secara optimal.
4.              Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sitematis untuk memotivasi, membina, membantu, serta membimbing seseorang untuk mengembangkan segala potensinya sehingga ia mencapai kualitas diri yang lebih baik. Inti pendidikan adalah  usaha pendewasaan manusia seutuhnya (lahir dan batin), baik dari dirinya sendiri  maupun orang lain , dalam  arti tuntutan agar anak didik memiliki kemerdekaan dengan rasa tanggung jawab dalam setiap tindakan dan perilaku sehari-hari.
5.             Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan terma yang beragam, yaitu, at-tarbiyyah, at-ta’lim, dan at-ta’dib. Kata at-tarbiyyah  sedangan dengan kata ar-rabb, rabbayani, nurabbi, ribbiyun, dan rabbani.  Apabila at-tarbbiyah, diidentikan kata ar-rabb, Fahrur Rozi berpendapat bahwa ar-rabb merupakan fonem yang seakar dengan at-tarbbiyah yang berarti    at-tanmiyah, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Ibnu Abadillah Muhammad bin Ahmad Al Anshari Al-Qurtubi mengertikan ar-rabb dengan pemilik, yang maha memperbaiki, yamng maha pengatur, yang maha menambah, yang maha menunaikan. Adapun istilah ta’lim berasaal dari kata ‘allama yang berarti proses transmisi ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan ketentuan.
6.             Dalam arti luas, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut.
a.       Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan orang lain. Pendidikan berlangsung terus-meneruus, artinya berlansung sepanjang hayat (life long education).
b.      Dalam hubunngan yang bersifat multidemensi itu, pendidikan berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan, tindakan, dan kejadian, baik yang pada awalnya sengaja untuk pendidikan maupun tidak sengaja dalam pendidikan.
c.       Pendidikan berlangsung untuk semua orang, semua ras dan etnis, semua umur, dan semua masyarakat dengan beragam status sosialnya.
d.      Pendidikan tidak terbatas pada schooling. Pendidikan berlansung di dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan alam.
e.       Hasan Langgulung (1980: 23) menyatakan bahwa pendidikan memiliki empat fungsi, yaitu :
1)     Fungsi edukatif, artinya mendidik dengan tujuan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik agar terbebas dari kebodohan.
2)     Fungsi pengembangan kedewasaan berfikir melalui proses transmisi ilmu pengetahuan;
3)     Fungi penguatan keyakinan terhadap kebenaran yang diyakinin dengan pemahaman ilmiah;
4)     Fungsi ibadah, sebagai bagian dari pengabdian hamba kepada sang pencipta yang telah menanugerahkan kesempurnaan jasmani dan rohani kepada manusia.
Dari pengertian pendidikan tersebut, dapat dipahami bahwa pendidikan memiliki beberapa  makna  teoritis dan makna praktis, yaitu  sebagai berikut.
1.      Pendidikan  berarti  mengajarkan segala hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas  jasmani, pikiran maupun terhadap ketajaman dan kelembutan hati nuraninya.
2.      Pendidikan dapat berbasis kepada kebudayaan masyarakat, nilai-nilai agama, serta visi dan misi lembaga pendidikan.
3.      Pendidikan dapat berjalan, baik secara  formal maupun informal.

B.   TUJUAN PENDIDIKAN[2]
Pendidikan bertujuan mencetak anak didik yang beriman. Wujud tujuan itu adalah akhlak anak didik yang mengacu pada kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan yang dilaksanakan di berbagai lembaga, baik lembaga pendidikan formal maupun informal.
Tujuan merupakan sasaran yang hendak dicapai sekaligus merupukan pedoman yang memberi arah aktivitas yang dilakukan. Menjadi lima macam, yaitu:
1.    Membentuk akhlak yang mulia, sebab salah satu tujuan pendidikan yang paling mendasar adalah pembentukan akhlak dan kesucian jiwa;
2.    Menyiapakan anak didik untuk dapat bahagia di dunia dan akhirat;
3.    Persiapan untuk mencari nafkah, atau yang lebih terkenal sekarang dengan tujuan vokasional dan profesional;
4.    Menumbuhkan semangat para siswa dan memuaskan keinginan tahunya (curiosity);
5.    Menyiapkan anakn didik agar menjadi profesional dan menjadi teknisi yang andal, dan memiliki keterampilan bekerja dalam masyarakat;
Ahmad Tafsir (2000: 49) menyatakan tiga tujuan pendidikan, yaitu:
1.    Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku, jasmani dan rohani, dan kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia  dan akhirat.
2.    Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku induvidu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkarya pengalaman masyarakat, tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.
3.    Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu , sebagai, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
Ibnu Khaldun (1968: 926) menyatakan bahawa tujuan pendidikan ada beberapa macam, yaitu:
1.      Memberikan kesempatan pada pikiran untuk aktif bekerja karena hal yang sangat penting bagi berkembangnya pemikiran dan kematangan individu yang dapat bermanfaat bagi masyrakat;
2.      Memiliki  berbagai ilmu pengetahuan, yang dapat menjadi alat bantu untuk menjalani kehidupan dengan baik dsalam masyarakat yang maju dan berbudaya;
3.      Dijadikan moral mencari lapangan kerja yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan.
Noeng Muhadjir (2000: 97) menyatakan bahwa tujuan pendidik secara normatif adalah membantu perkembangan proses subjek-didik ke tingkah yang lebih baik sesuai denhan pandangan hidup manusia.
Indikator tercapainya tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga tujuan mendasar, yaitu sebagai beriku.
1.      Anak didik yang cerdas. Ciri-cirinya adalah memiliki tingkayt kecerdasan intelektualitas yang tinggi sehingga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya oleh dirinya sendiri ataupun membantu menyelesaikan masalah orang lainyang membutuhkannya.
2.      Anak didik yang memiliki kesabaran atau kesalehan emosional sehingga tercermin dalam kedewasaan menghadapi masalah dalam kehidupannya.
3.      Anak didik yang memiliki kesalehan spritual, yaitu menjalankan perintah dalam ajaran agama, taat hukum, dan mengembangakan pemikiran yang positif bagi pembangunan bangsa dan negara.
Menurut Munzir Hitami, tujuan pendidikan adalah menghambakan diri kepada Allah. Pendidikan merupakan proses memanusiawikan manusia yang mewujudkan pandangan hidupnya sebagai hamba Allah.
Menurutnya, tujuan umum pendidikan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1.      Tujuan teologis, yaitu kembali kepada Tuhan
2.      Tujuan aspiratif, yaitu kebahagian dunia akhirat.
3.      Tujuan direktif, yaitu menjadi hamba Allah yang ikhlas
                                      
C.   ALAT-ALAT PENDIDIKAN[3]
Alat-alat pendidikan artinya perangkat atau media yang digunakan untuk pendidikan. Secra umum, alat pendidikan tidak hanya perngkat dalam bentuk benda, tetapi ada yang sifatnya abstrak, misalnya metode pendidikan, pendekatan pendidikan, teknik, strategi pendidikan, dan pengelolaan kelas.
Alat-alat pendidikan sangat penting dalam pendidikan adlah sebagai berikut.
1.      Pendidik, merupakan alat pendidikan, karena tanpa pendidik, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik.
2.      Lembaga pendidikan, yang memberikan tempat untuk pelaksanaa pendidikan formal ataupun informal.
3.      Anak didik, sebagai sasaran pendidikan yang menjadi objek para pendidik, sekaligus pendidikan itu sendiri.
4.      Sarana dan prasarana pendidikan, yang membantu kelancaran pelaksanaan pendidikan, terutama dalam proses belajar dan mengajar.
5.      Perpustakaan, yaitu buku-buku yang memberikan informasi ilmu pengetahuan kepada para pendidik dan anak didik.
6.      Kecakapan atau kompentesi pendidik, sehingga memberikan pengajaran yang profesional dan sesui dengan kepabilitasnya.
7.      Metodoloogi pendidikan dan pendekatan sistem pengajaran yang digunkan, misalnya menggunkan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, atau pengajaran dengan pola rekreatif.
8.      Manajemen pendidikan yang mengolah pelaksanaan pendidikan, seperti pengaturan jadwal mata pelajaran, penempatan pendidik dalam mata pelajaran tertentu, pengaturan lama mengajar, pemenuhan gaji atau honor pendidik, penentuan rapat-rapat pendidik,  dan sebagainya.
9.      Stategi pembelajaran yang disesuaikan  dengan tujuan belajar siswa dalam lembaga pendidikan tertentu, karena setiap lembaga pendidik memiliki visi dan misi serta maksud dan tujuan berbeda-beda.
10.  Evaluasi pendidikan dan evaluasi pendidikan.
D.  LINGKUNGAN PENDIDIKAN[4]
Lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat ekstensi manusia. Dalam konsep ajaran pendidikan, lingkungan yang baik adalah lingkungan yang kondusif dan strategis untuk melaksanakan proses pembelajaran. Misalnya, lingkungan sekolah, madrasah, masjid, majelis taklim, balai musyawarah, dan lingkungan, bagi lingkungan masyarakat yang agamis dan pancasilais.
Lingkungan pendidikan terdiri atas tiga  macam, yaitu:
1.      Lingkungan keluarga;
2.      Lingkungan sekolah;
3.      Lingkungan masyarakat.
Lingkungan keluarga merupkan lingkungan pertama dalam proses pendidikan. Sekalipun demikian, tidak semua pendidikan dapat dilaksankan oleh keluarga, terutama dalam ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu, anak dimasukan ke sekolah. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sekolah telah mencapai posisi yang sangat sentral dalam pendidikan keluarga karena pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi, budaya, politik, seni, dan lainnya. Masyarakat berharap pendidikan dapat memberi bekal yang cukup untuk kehidupan dan masa depan anak-anaknya.
Selanjutnya adalah lingkungan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan yang paling luas dan menantang. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat dimulai ketika anak-anak untuk beberpa waktu lepas dari asuhan keluarga dan berada  di luar lingkungan sekolah.
Ø  Fungsi lingkungan pendidikan
Secara umum, fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu anak didik berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, terutama sebagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Antara lingkungan yang satu dan lingkungan yang lain tidak mungkin berdiri sendiri. Ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi lingkungan pendidikan. Lingkungan keluarga merupakan dasar pembentuk sikap dan sifat manusia. Lingkungan sekolah merupakan tempat bekal keahlian dan ilmu pengetahuan. Sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktik dari bekal yang diperoleh dalam keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kempuan diri.
E.   PESERTA DIDIK[5]
Peserta didik adalah seseorang yang ingin belajar atau memperoleh pendidikan. Peserta didik adalah seseorang yang memiliki hak untuk memperoleh layanan pendidikan (pembelajaran) dari pemerintah atau masyarakat luas dengan kebutuhan dan kemampuannya. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan memengaruhi belajarnya.peserta didik memiliki  ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, individu yang memilki potensi fisik dan psikis sehingga  menjadi insan yang unik.
Anak sejak lahir memiliki pentensi-potensi yang ingin di kembangkan dan diaktualisasikan. Kedua, individu yang berkembang . maksud dari perkembangan di sini ialah perubahan yang terjadi dalam diri sendiri maupun ke arah penyesuaian dengan lingkungan. Sejak manusia lahir bahkan sejak berada dalam kandungan ia berada dalam proses perkembangan.proses perkembangan melalui suatu rangkaian yang bertingkat-tingkat dan setiap tingkat mempunyai sifat-sifat khusus.
Kertiga, indidvidu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi. Dalam proses perkembangannya, peserta didik membutuhkan bantuan dan bimbingan.
F.   PENDIDIK
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan peserta didik. Pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik adalah guru di sekolah., orang tua, dan masyarakat. Pendidik utama dalam konteks rumah tangga adalah orang tua, sedangkan dalam konteks pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab utama guru. Masyarakat baik secara individual, kolektif, maupun lembaga juga memiliki peran penting  dalam proses pendidikan. Akan tetapi, dalam konteks uraian ini pendidikan lebih di tekankan pada guru di sekolah.
Guru yabf baiak  memliki beberpa sifat. Ada sebelas sikaf utama guru yabg baik sebagaimna di kemukakan oleh Alan Haskkvitz sebagai berikut.
1)     Tidak puas. Sifat utama dari guru yang berkualitas tinggi, yakni ia adalah pelajar yang baiak. Mereka selalu bersemangatuntuk belajar hal-hal yang baru, yang lebih baik mencapai keberhasilan. Mereka adalah pembelajar seumur hidup dan menghasilkan pembelajaran seumur hidup. Jadi, sifat pertama adalah harus puas dengan apa yang ada. Dengan kata lain, guru terbaiak selalu untuk siswa.
2)     Harapan yang tinggi. Harapan yang tinggi adalah sifat kedua guru berprestasi. Penulis pernah mendengarkan seseorang mengatakan bahwa memilik harapan yang tinggi dapat menciptkan kegagalan. Dengan kata lain, kepala sekolah tidak ingin menetapkan tujuan yang tinggi karena takut keluhan orangtua. Pada kenyataannya, menetapkan standar yang tiggi mendorong kemampuan siswa dan menciptakan di dalamnya perasaan prestasi.
3)     Menciptkan kemandirian. Pendidik sangat efektif mahir dalam memantau masalah-masalah dalam kemajuan siswa. Mereka memulihkan bila diperlukan dan membedakan yang diperlukan. Untuk melakukan hal itu, mereka menggunakan waktu meraka dengan baik.
4)     Berpengetahuuan luas. Mereka memiliki pengetahuan yang laus mendalam tentang materi pelajaran dan mampu memanipulasi, menyederhanakan, dan mengindividualisasikan data lebih muda kerena merka adalah master.
5)     Humor. Guru kelas harus memiliki rasa humor yang baik. Mereka membuat lelucon dan menerima leluucon. Mereka  bukan komedian, tetapi menghibur.
6)     Berwawasan. Berwawasan bertujuan memberikan penilaian cepat dan akurat mengenai hasil karya siswa. Tes dan proyek lainnya dievaluasi pada waktu yang tepat.
7)     Fleksible. Guru-guru terbaik menggunakan masyarakat sebagai sumber dana mereka. Mereka melihat pendidikan lebih baik dari apa yang dilakukan di dalam kelas.
8)     Berbeda. Seorang guru tingkat pertama menyediakan berbagai metode untuk belajar. Mereka mengitegrasikan makalah penelitian, karya seni, puisi, dan pendidikan bahkan fisik sebagai bagian dari proses pembelajaran.
9)     Tidak menerima. Seorang guru yang berkualitas tidak menerima tepukan. Merka tidak menerima draf pertama, tidak menerima alasan palsu, mereka bukan guru termudah karena sifat ini.
10)Tidak menyesuaikan (unconforming). Sifat yang menarik adalah seorang guru yang berkualitas menjaga anak-anak kehilangan keseimbangan.
11)Seorang komunikator. Dari catatan, tidak satu makalah penelitian mengatakan sifat guru berkualitas baik adalah kamar rapi, nilai mudah, kemampuan untuk menulis rapi atau berpakaian  dengan baik.
a)    Kurikulum
Ada beberpa ahli yang mengemukakan tentang definisi kurikulum. Beberpa di antaranya sebagaimana uraian berikut.
1.      Rusly Ahmad (1989:6) mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat pengalaman yang mempunyai art dan terarah untuk mencapai tujuan tertentu di bawah pengawasan sekolah. . pendapat lain menyatakan bahwa kurikulum merupakan pedoman mendasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan. Dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang SNP (2007:3) dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajarann serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
2.      Oemar Hamalik (1990:2) ia mengatakan bahwa kurikulum adalah suatu alat yang sangat penting dalam merealisasi dan mencapai tujuan pendidikan sekolah.  Dalam arti luas, kurikulum dapat diartikan  dsebagai suatu yang dapat memengaruhi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
b)    Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam pendidikan (pembelajaran). Dengan metode yang tepat, pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan sebaliknya jika penggunaan metode tidak dapat berpengaruh negatif pada pembelajaran.
Menurut Darwyn Syah (2007:133), metode mengajar merupakan cara-cara yang digunnkan guru untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada siswadalam mencapai tujuan. Dalam kegiatan mengajar, semakin cepat metode yang digunkan, semakin efektif dsan efesien kegiatan mengajar yang dilakukan antar guru dan siswa yang pada akhirnya akanmenunjang dan mengantarkan keberhasilan belajar siswa dan keberhasilan mengajar yang dilakukan oleh guru. Menurut Nana Sudjana (dalam Syah, 2007:113), metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guuru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.
Fungsi metode pembelajaran adalah:
1.      Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik,
2.      Metode sebagai strategi pengajaran,
3.      Metode pembelajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan (Djamarah dan Zain, 1997:82).
Menurut Darwyn Syah (2007:134), metode mengajar dapat menciptkan terjadinya interaksi belajar mengajar yang baik, efektif, dan efesien. Adapun beberpa kreteria pemilihan metode pembelajaran sebagai berikut.
1.      Tujuan yang bermacam-macam jenis dan fngsinya,,
2.      Anak didik yang bermacam-macam tingkat kualitas dan kuantitasnya, dan
3.      Pribadi guru serta kemampuan peserta profesional  yang berdeda-beda.
Ada beberpa metode yang digunakan dalam proses pembelajaran, antara lain metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, dan lain sebagainya.
c)     MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Media pembelajaran sangat bermanfaat untuk memperlancar proses pembelajaran dan belajar siswa di dalam kelas.
Kata media berasak dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti prantara atau peengantar. Banyak pakar berpendapat tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT (dalam Ruhani, 1997:2), media adalah segala bentuk yangg dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sementara pengertian media menurut Djamarah (1995:136) adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan dari pengiriman ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. Ahli lain, Gagne (2006:14) mengemukakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Dengan kata lain media pembelajaran adalah segala suatu yang dapat menyampaikan materi pelajaran pada siswa sehingga memungkinkan pembelajaran berlangsung secara efesien dan efektif.
a.      Manfaat Media Pembelajaran
Adad beberapa manfaat penggunaan media pembelajaran sebagaimna dikemukakan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (Sudjana dan Rivai, 2002:2) sebagai berikut.
1)     Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,
2)     Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siiswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
3)     Metode ppenggajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kara-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
b.     Jenis-jenis Pembelajaran
Menurut Wibawa (1993:27-55) ada beberapa jenis media pembelajaran yang sering digunakan di Indonesia di antaranya adalah sebagai berikt.
1)     Media pembelajaran visual dua dimensi yang transparan.  Yang termasuk dalam jenis media ini adalah gambar, foto, poster, peta, grafik, papan tulis, dan sebagainya.
2)     Media pembelajaran visual dua dimensi yang tranparan. Media jenis ini memiliki sifat trembus cahaya karena terbuat dari bahan-bahan plastik atauu dari film yang termasuk jenis media ini adalah film slide, film strip, dan sebagainya.
3)     Media pembelajaran visual tiga dimensi. Media ini mempunyai isi atau volume seperti benda sesungguhnya. Yang termasuk jenis media ini adalah benda sesungguhnya seperti, speciment, mock-up,  dan sebagainya.
c.       Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Menurut Sanaky (2009:6) pertimbangan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama karena media yang dipilih harus sesuai dengan hal-hal beriku.
1)     Tujuan pembelajaran
2)     Bahan pengajaran
3)     Metode pengajaran
4)     Tersedia alata yang dibutuhkan
5)     Pribadi pengajar
6)     Minat dan kemampuan siswa
7)     Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.






                                                                                                                                                                                  




[1] Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun 2012,  Hal 13,14,15,17
[2] Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun 2012,  Hal  61, 62, 63,64,66

[3] Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun 2012,  Hal 95,96,

[4] Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, ILMU PENDIDIKAN, Jawa Barat: CV.PUSTAKA SETIA, Tahun 2012,  Hal 153,154
[5] Dr. Drs. Rulama Ahmadi, M.Pd., PENGANTAR PENNDIDIKAN, Yogyakarta:Ar-Ruz Zmedia, Tahun 2016, Hal 63-79

  PENTINGNYA BAHASA INGGRIS DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA   Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan un...